Angka kemiskinan di Kabupaten Luwu Timur turun ke titik terendah dalam delapan tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Timur dalam BRS Profil Kemiskinan Maret 2026 mencatat persentase penduduk miskin 5,52 persen, turun 0,27 persen poin dibanding Maret 2025 yang masih 5,79 persen.
Capaian itu menempatkan Luwu Timur di urutan kelima persentase penduduk miskin paling rendah dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Jika ditarik ke belakang, penurunannya signifikan. Pada 2019 angka kemiskinan Luwu Timur masih 6,98 persen, artinya dalam delapan tahun berhasil dipangkas 1,46 persen poin.
Secara jumlah jiwa, penduduk miskin Maret 2026 sebanyak 17,94 ribu jiwa, turun 610 jiwa dari tahun lalu yang 18,55 ribu jiwa. Pada 2019 jumlahnya masih 20,83 ribu jiwa.
Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pannu, menegaskan penurunan ini bukan hanya soal jumlah karena kualitasnya juga membaik. “Yang menggembirakan, bukan hanya jumlahnya yang turun, tapi kedalaman kemiskinannya juga turun tajam. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) kita dari 1,20 di 2025 jadi 0,52 di 2026. Indeks Keparahan (P2) dari 0,32 jadi 0,06. Ini yang terendah sejak 2019,” ujarnya.
Menurutnya capaian Luwu Timur jauh lebih baik dibanding Sulawesi Selatan. “Persentase kemiskinan Luwu Timur 5,52 persen, sementara Sulsel 7,24 persen. P1 kita 0,52 berbanding Sulsel 1,17, P2 kita 0,06 berbanding Sulsel 0,26. Ini menunjukkan pengentasan kemiskinan di Luwu Timur lebih cepat dan lebih merata,” pungkas Abdullah Pannu.
BPS mencatat garis kemiskinan Luwu Timur Maret 2026 sebesar Rp528.095 per kapita per bulan, naik 12,47 persen dari tahun sebelumnya sebagai dampak penyesuaian harga kebutuhan dasar.
Sumber: Warta Lutim, IKP Humas/Kominfo-SP Lutim












